Cegah Gejolak Sosial-Politik, Presiden Prabowo Dituntut Bertindak Konkret dan Cepat

Prabowo Subianto

JAKARTA – Presiden Prabowo Subiantor perlu mengambil terobosan dan langkah konkret guna mencegah munculnya gelombang protes lebih besar apabila persoalan ekonom yang memicu ketidakpuasan rakyat tidak segera ditangani.

“President Prabowo diharapkan tidak mengabaikan kondisi ekonomi masyarakat saat ini. Sebab kalau tidak ditangani dengan baik dan cepat, hal ini berpotensi memicu gejolak sosial dan politik,” kata Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, Sabtu (13/6/ 2026).

Menurut dia, Presiden Prabowo memiliki kesempatan untuk mengambil kebijakan yang tepat, terutama di bidang ekonomi, guna mencegah akumulasi ketidakpuasan publik menjadi tidak terkendali.

“Saya tidak menakut-nakuti pemerintah, melainkan memberi peringatan berdasarkan sejarah nyata. Kondisi yang pernah memicu ledakan sosial seperti 1998 bisa terulang jika pemerintah gagal atau terlambat bertindak,” ujarnya.

Fernando berpandangan, pemerintah tidak bisa lagi bersikap lamban atau berargumentasi dalam merespons persoalan ekonomi yang dihadapi masyarakat. Dalam situasi kompleks saat ini, diperlukan keberanian untuk melakukan terobosan kebijakan, termasuk mengevaluasi kinerja para menteri.

“Kebijakan ekonomi yang tidak berpihak kepada rakyat kecil bukan sekadar angka statistik, tetapi terlihat dari antrean panjang di SPBU, lonjakan harga bahan pokok, tagihan listrik yang membengkak, hingga lapangan kerja yang sulit diperoleh,” jelasnya.

Fernando juga menyinggung kebijakan perpajakan yang kurang sensitif serta tingginya angka pengangguran dan setengah pengangguran yang diperparah oleh gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah sektor industri.

Salah satu yang bisa dilakukan Prabowo, menurut Fernando, yakni melalui perombakan atau reshuffle kabinet terhadap menteri-menteri yang dinilai gagal menghadirkan solusi atas persoalan di sektor masing-masing. Dia berpendapat, pergantian menteri bukan semata manuver politik, melainkan langkah fungsional untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan.

“Ketika seorang menteri tidak mampu menghadirkan solusi nyata bagi permasalahan di sektornya, terutama sektor ekonomi yang berdampak langsung pada kehidupan rakyat, maka pergantian merupakan tindakan yang bertanggung jawab dan bukan tanda kelemahan pemerintah,” tegasnya.

Peringatan Budayawan

Dihubungi terpisah, budayawan Kidung Tirto Suryo Kusumo menilai Presiden Prabowo sudah melakukan sejumlah terobosan kebijakan untuk membenahi berbagai persoalan bangsa, terutama di bidang ekonomi. Namun, upaya itu tidak mudah di tengah kondisi geopolitik global yang penuh ketidakpastian.

“Presiden Prabowo dituntut mampu mengelola semua tantangan yang ada, bertindak cepat dan tepat untuk menjawab semua tuntutan rakyat. Pemerintah sebenarnya sudah memiliki pondasi yang cukup kuat untuk mengatasi masalah sosial dan ekonomi, berbeda dengan kondisi 1998. Tetapi kekuatan ini harus dikelola dengan baik,” ungkapnya.

Dia mengingatkan kembali unjuk rasa berujung kerusuhan di Gedung DPR RI pada Agustus–September 2025. Banyak pihak tidak menyangka hal itu bisa terjadi padahal Prabowo baru dilantik menjadi Presiden. “Semua bermula dari masalah ekonomi dan kesenjangan sosial, sementara elite politik dan birokrat merasa semua baik-baik saja hingga meletus kemarahana rakyat,” tuturnya.

Di sisi lain, Kidung Tirto mengingatkan elemen masyarakat, khususnya mahasiswa, aktivis dan politikus, agar mengedepankan dialog dan kritik membangun kepada pemerintah untuk mencari solusi terbaik dari persoalan bangsa.

“Presiden Prabowo memang terkesan keras dan tegas, tetspi dia justru tokoh yang terbuka. Dia merangkul semua kalangan, termasuk aktivis vokal dan lawan politik, untuk bekerja sama memecahkan masalah bangsa. Sikap ini patut diapresiasi,” kata spiritualis asal Gunung Lawu ini.

Dia mengimbau agar mahasiswa dan aktivis menempuh pendekatan yang lebih humanis dan konstruktif dalam menyampaikan masukan atau kritik kepada pemerinta, sekaligus memberikan pendidikan politik kepada masyarakat.

“Kits dukung semangat dan idealisme mahasiswaa. Mari bersama-sama menjaga kondusivitas dan ketertiban di tengah masayarakat, waspadai pendompleng yang ingin membuat rusuh. Kita tidak ingin pengalaman pahit kerusuhan 1998 terulamg kembali. Kerusuhan wujud kemurkaan alam semesta yang merugikan manusia itu sendiri,” ucap Kidung Tirto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *