JAKARTA – Budayawan Kidung Tirto Suryo Kusumo mengingatkan para tokoh hingga netizen atau publik untuk arif dan bijak dalam mengomentari kejadian ataupun informasi yang berkembang, baik di media massa maupun media sosial.
Menurut Kidung Tirto, komentar sinis disertai tuduhan yang tidak berdasarkan fakta merupakan pengingkaran terhadap budaya dan keadaban luhur nusantara. Komentar, tuduhan ataupun analisis yang menjurus fitnah justru dapat merusak tatanan hukum dan sosial di masyarakat.
“Akhir-akhir ini banyak komentar yang disampaikan sejumlah tokoh dan netizen tanpa mengedepankan kearifan dan kebijaksanaan sehingga menimbulkan kegaduhan, polemik hingga perpecahan di masyarakat. Kita ingatkan bahwa setiap perbuatan pasti ada karmanya, masalah sekecil apapun akan datang ke mereka sebagai peringatan dari penguasa alam semesta,” ucap spiritualis asal Gunung Lawu ini, Minggu (19/7/2026).
Kidung Tirto mengimbau para tokoh dan publik untuk mempercayakan proses penegakan hukum oleh lembaga penegak hukum yang berwenang, sambil mengawasi dan mengingatkan secara arif dan bijaksana.
“Kita dukung semua penegak hukum menjalankan tugas dan kewenangannya masing-masing, baik Kejaksaan, Polri, KPK, maupun MA. Kita juga mendukung Presiden Prabowo dalam menjaga stabilitas nasional melalui penegakan hukum,” ujarnya.
Kidung Tirto mengingatkan, biarlah Tuhan yang mengatur alam semesta sesuai kehendak-Nya. Kesombongan manusia hanya akan merusak keseimbangan alam semesta, yang pada akhirnya membawa petaka bagi diri mereka dan orang-orang di sekitarnya.
“Tak ada perbuatan manusia yang luput dari perhitungan karma. Karena itu, agar keseimbangan alam semesta tetap berada pada porosnya, seluruh anak bangsa harus menjaga hubungan sosial, keadilan dan keadaban di negara ini,” kata Kidung Tirto.











