MUARA ENIM – Edwin Mauladi paling memenuhi kriteria calon Bupati Muara Enim yang diharapkan masyarakat, khususnya generasi muda. Selain putra daerah, ia dinilai bersih dari kasus korupsi, jujur, serta memiliki visi misi dan program cemerlang untuk membangun daerah.
Tokoh Masyarakat Muara Enim, Amin Satra, mengatakan masyarakat, khususnya anak muda di Kabupaten Muara Enim, menginginkan perubahan yang signifikan dari situasi yang mereka rasakan dan hadapi saat ini.
“Kepemimpinan yang jujur dan bersih dari korupsi seperti yang diusung oleh Edwin Mauladi dan Ustad Syuryadi sangat diharapkan. Mereka dinilai mampu memahami dan menyelesaikan permasalahan lokal,” katanya, Senin (8/7/2024).
Berdasarkan hasil survei Lembaga Indoprakarsa Network yang diliris belum lama ini, 79,4 persen anak muda mengenal Edwin Mauladi dan menjadikannya salah satu calon yang paling diminati di kalangan Generasi Z.
Kedekatan emosional dan komitmen Edwin untuk membangun daerah menjadi alasan utama mengapa banyak yang berharap ia memimpin Bumi Serasan Sekundang dalam lima tahun ke depan.
Edwin yang digadang berpasangan dengan Ustad Syuryadi, juga mendapatkan dukungan besar, dengan lebih dari 35 persen anak muda memilih pasangan ini jika mereka maju pada Pilbup Muara Enim.
Amin mengatakan, dari sisi historis, Kabupaten Muara Enim telah dipimpin lebih dari enam orang yang berbeda selama lima tahun terakhir akibat permasalahan korupsi yang menimpa para bupati terpilih. Kondisi itu membuat ketidakstabilan politik yang berujung kepada ketidakpastian kebijakan.
“Tiap orang beda kebijakan. Pembangunan yang direncanakan pada Bupati A, tidak dilaksanakan ketika berganti oleh B. Nah, hal inilah yang membuat masyarakat khususnya mahasiswa dan kaum muda jengah dengan kondisi tersebut. Sehingga memunculkan sosok baru yang bersih dari berbagai kasus hukum,” ujarnya.
Menurut Amin, sejumlah nama Bakal Calon Bupati (Bacabup) Muara Enim yang mencuat saat ini belum membawa ‘angin segar’ berupa visi misi yang jelas untuk disampaikan kepada masyarakat. Dia belum melihat sesuatu yang berbeda, khususnya untuk visi dan misi Muara Enim ke depannya.
Visi Misi dan Program Menarik
Berbeda dengan Edwin Mauladi. Pria kelahiran 8 Maret 1977 itu dinilai menawarkan visi misi dan program yang menarik, berwawasan, dan yang paling penting bersih dari kasus korupsi.
Karena itu, Amin mengaku tidak heran jika dari hasil survei, 79,4 persen anak muda mengenal Edwin Mauladi dan menjadikannya salah satu calon yang paling diminati di kalangan generasi Z.
“Program dan visi yang akan diusungnya ketika memimpin nanti sudah disiapkan dan diperkenalkan. Beda dengan kandidat lain yang belum menawarkan apapun kepada masyarakat,” ucapnya.
Menurutnya, visi Muara Enim Bersih yang diusung Edwin cukup mengena dengan situasi yang dialami masyarakat Bumi Serasan Sekundang saat ini.
Sebagian besar masyarakat Muara Enim saat ini sudah merasakan kondisi perubahan iklim maupun dampak dari maraknya industri pertambangan maupun perkebunan.
Banjir besar serta tanah longsor beberapa waktu lalu membuat masyarakat Muara Enim menderita. Solusinya butuh kebijakan yang berorientasi terhadap kelestarian lingkungan untuk mencegah bencana lebih besar melanda. dan sosok Edwin cukup mengerti akan hal itu dilihat dari latar belakangnya,” terangnya.
Bendungan Raksasa
Untuk mengatasi banjir, Edwin sudah menyiapkan salah satu program unggulan yakni pembangunan bendungan yang memanfaatkan lubang-lubang raksasa bekas lahan galian tambang. Selain dapat mengendalikan banjir dan mengairi sawah, bendungan raksasa itu berfungsi sebagai reservoir dan menyaring air hingga bersih sebelum dialirkan ke Sungai Enim, serta menjadi pembangkit tenaga listrik tenaga air.
Air yang mengalir di Sungai Enim akan bening seperti sungai-sungai di Eropa dan Korea sehingga bisa dinikmati warga sebagai tempat rekreasi, olah raga, serta aktivitas lain. Muara Enim diharapkan berkembang menjadi salah satu magnet ekonomi di Sumsel yang tidak hanya mengandalkan pertambangan tetapi juga periwisata dan ekonomi kreatif.
Salah seorang mahasiswa asal Muara Enim Adi Riansyah, mengatakan tagline ‘Muara Enim BERSIH’ yang diperkenalkan Edwin sangat menginspirasi, karena mengedepankan nilai-nilai religius dan komitmen untuk pembangunan yang berkelanjutan.
“Muara Enim saat ini butuh itu. Bersih dari berbagai pratik korupsi, bersih dari dampak buruk kerusakan lingkungan sehingga menjadikan wilayah serta masyarakatnya sejahtera,” ungkapnya mahasiswa Jurusan MPI, UIN Sunan Gunung Jati Bandung.
Pria kelahiran Desa Datar Lebar Kecamatan Semendo Darat Ulu (SDU) ini menyebut, sebagai seorang mahasiswa, pemerintahan saat ini perlu dilakukan perbaikan dan pembaharuan. Sehingga, arah pembangunan yang dilakukan menjadi lebih jelas sesuai dengan tujuan.
Namun, perbaikan dan pembaharuan ini tidak bisa terlaksana apabila orang yang memimpin Muara Enim ke depannya masih orang-orang lama dengan pola pikir serta metode kepemimpinan yang konvensional.
“Terlebih lagi calon pemimpin yang tersandera kasus hukum. Bagaimana ke depannya dia bisa fokus memimpin jika masih dibayangi kasus hukum tersebut. Untuk itu, kita butuh pemimpin yang transparan dan memiliki visi yang jelas untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Adi.









