Pelindo dan Pertamina Kerja Sama Bangun Jakarta Integrated Green Terminal di Kalibaru

Penandatanganan kerja sama pengembangan JIGT Kalibaru oleh CEO PIS Yoki Firnandi dan Direktur Strategi Pelindo Prasetyo, disaksikan oleh Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dan Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono di Jakarta, Jumat (1/9/2023). (Pelindo)

JAKARTA – PT Pelabuhan Indonesia (Pesero) menjalin kerja sama dengan PT Pertamina International Shipping untuk membangun Jakarta Integrated Green Terminal (JIGT) di Terminal Kalibaru.  

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh CEO PIS Yoki Firnandi dan Direktur Strategi Pelindo Prasetyo, serta disaksikan oleh Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dan Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono di Jakarta pada Jumat, 1 September 2023. 

“JIGT Kalibaru merupakan mega proyek infrastruktur yang menjadi bukti komitmen pemerintah terkait transisi energi, terminal ini tidak hanya untuk ketahanan energi nasional tapi juga untuk energi yang berkelanjutan ke depan,” ujar Kartika. 

Dia meyakini JIGT juga bisa mendorong daya saing indeks logistik Indonesia di kancah global.  “Dengan teknologinya yang super modern dan terdigitalisasi, JIGT juga merupakan pembuktian Indonesia untuk proyek infrastruktur logistik berstandar internasional yang ke depannya bisa mendorong indeks performa logistic Indonesia,” jelasnya.  

Berdasarkan World Energy Council tahun 2021, ketahanan energi Indonesia menempati peringkat ke-58 dari 127 negara yang didasarkan pada 4 indikator, yakni ketersediaan sumber energi, kemudahan akses, keterjangkauan harga dan pasokan, dan penggunaan energi ramah lingkungan.  

Semenetara itu, Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono menjelaskan kesepakatan tersebut merupakan tindak lanjut atas perjanjian induk yang telah ditandatangani sebelumnya sebagai perwujudan nyata sinergi antar perusahaan BUMN.  

“Meningkatkan ketahanan energi Indonesia perlu menjadi perhatian bersama, untuk itu Pelindo dan Pertamina mengambil bagian pada peningkatan infrastruktur energi dalam hal ini pengembangan Jakarta Integrated Green Terminal guna menunjang hal tersebut” kata Arif dalam sambutannya. 

CEO Pertamina International Shipping, Yoki Firnandi, menyebutkan kebutuhan energi yang semakin tinggi dan dinamis, membutuhkan kehadiran terminal energi baru untuk mendukung Plumpang. JIGT Kalibaru hadir untuk menjawab kebutuhan energi tersebut, sekaligus bukti komitmen transisi dan bauran energy. 

“Kapasitas penampungan bisa mencapai hingga 6,3 juta barel untuk memenuhi kebutuhan energi area Jabodetabek dengan potensi peningkatan untuk ketersediaan bahan bakar di masa depan. Pengembangan JIGT akan disertai dengan penerapan teknologi modern terkini, sistem yang terdigitalisasi dan automasi yang memastikan operasional terminal lebih safety dan efisien,” tambah Yoki. 

JIGT akan menjadi pintu gerbang ekosistem perdagangan energi/energy trading melalui koridor Singapura – Indonesia yang memiliki alur perdagangan global untuk minyak dan LNG. Hal ini akan memberikan nilai yang optimum untuk mengembangkan potensi bisnis ke depannya dalam rangka menjaga Ketahanan Energi Nasional. 

“JIGT akan mengadopsi  konsep ramah lingkungan. Dalam kolaborasi ini, Pelindo akan fokus pada layanan kepelabuhanan untuk mendukung keberhasilan pengembangan proyek JIGT ini yang sudah ditunggu oleh pemerintah.” kata Arif. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *